Daegu, tahun 1999
Sebuah bis sekolah sedang melaju. Di dalamnya, dengan dialek jeju yang kental, siswa-siswa SMA ramai sekali membicarakan kecantikan seorang peserta kontes kecantikan di sebuah majalah remaja CECE. Yaitu, Kang Joo Eun. Tertera biodatanya dengan tinggi 170cm, berat 48 kg, cita-citanya ingin dapat berbicara dengan dialek Seoul. Di saat bersamaan, ada seorang siswa laki-laki "menembak" Kang Joo Eun melalui radio sekolah. "Penembakan" itu terdengar semua penumpang bus sekolah tersebut. Tidak lama kemudian, siswa laki-laki antusias sebab akan tiba giliran Joo Eun menaiki bis. Setibanya, Joo Eun yang terlihat cantik, langsing dan tinggi pun, langsung naik bis disambut kekaguman dan kehebohan siswa laki-laki yang berada di dalam bis itu.
Di sekolah, para siswa perempuan sedang melakukan timbang badan. Mereka, terutama Lee Hyun Woo (yang di kemudian menjadi sahabatnya) iri sekali dengan berat badan Joo Eun yang sangat proporsional bak seorang model. Kemudian datang seorang guru yang menegur Joo eun sebab tembok sekolah dipenuhi coretan-coretan namanya.
Joo eun lalu menghapus coretan-coretan namanya itu dengan kesal dan menggerutu. Tentu saja karena pelakunya bukan dia melainkan para fans beratnya di sekolah. Sementara di belakangnya ada tiga siswa laki-laki yang berlutut menodongkan es krim ke arah Joo Eun (buset fansnya sampe segitunya haha). Setelah coretan itu terhapus, Joo Eun mencium bau asap rokok. Dia datangi darimana arah asap itu berasal. Dengan gaya sok cantiknya, Joo Eun memarahi para siswa laki-laki yang merokok itu. Dua diantaranya terlihat tidak takut dengan Joo Eun. Kemudian satu siswa laki-laki lagi yang memakai jaket atlet perenang Korea, terlihat tampan, mendatangi Joo Eun. Dia adalah Im Woo Shik. Ia lalu membaca nama Joo Eun di badge seragamnya, lalu mengajak teman-temannya yang merokok tadi untuk pergi saja dan tidak memperpanjang masalah.
Belum lama Woo Shik dan teman-temannya berlalu, datang seorang ahjumma genit menodongkan kartunamanya pada Joo Eun. Rupanya ia pemilik salon kecantikan yang gemar mencari talent muda untuk dididik menjadi Miss Korea. Ditemani Hyun Woo, Joo Eun sudah berada di dalam salon tersebut dengan ekspresi yang datar dan tidak tertarik. Padahal ahjumma tersebut sangat kagum dengan proporsi tubuh Joo Eun. Benar saja, Joo Eum langsung menolak dan pergi begitu saja. Karena, pekerjaan impian yang selama ini Joo Eum inginkan adalah menjadi seorang pengacara.
Saat malam hari, Joo Eun sedang tekun belajar di perpustakaan, beberapa senior laki-laki memberikan perhatian padanya. Ada yang meminjamkan jaket supaya ia tidak kedinginan, ada juga yang memberi bantuan ringkasan pelajaran. Mendengar ribut-ribut di perpustakaan, Woo Shik datang menegur mereka. Tapi ia memberi isyarat pada Joo Eum untuk naik ke atas atap.
Di atap gedung sekolah, Woo Shik tak disangka memberi pengakuan bahwa ia selama ini suka pada Joo Eun. Bahkan ia mengaku datang dari Seoul ke Daegu jauh-jauh hanya untuk Joo Eun dan juga memakai dialek Seoul yang selama ini diidamkan Joo Eun, agar Joo Eun bisa belajar padanya. Medali emas yang ia dapat di suatu perlombaan renang pun ia kalungkan ke leher Joo Eun. Joo Eun terpana mendengar pengakuan bahwa ia adalah cinta pertama Woo Shik. Joo Eun pun menerima cinta Woo Shik. Saat itulah mereka resmi berpacaran...
Seoul, 2014
Terlihat langkah kaki jenjang melangkah keluar dari lift sebuah gedung perkantoran. Wanita yang terlihat semampai itu bergegas menuju kantor pengacara. Kita semua mengira dialah Joo Eun versi dewasa. Tapi ketika berbalik ternyata bukan, dia adalah klien di kantor pengacara tersebut. Sedangkan Joo Eun datang dari arah belakang menyambut ramah. Diperlihatkan Joo Eun sekarang menjadi seorang pengacara yang bertubuh besar dengan pipi super chubby dan memakai kacamata bulat. Sangat jauh berbeda dari Joo Eun remaja yang cantik semampai.
Klien tersebut melihat-lihat foto di meja kerja Joo Eun. Sementara Joo Eun dari belakang memandang kagum sekaligus iri dengan bentuk tubuh langsing si klien wanita itu. Tiba-tiba klien itu menunjuk foto dan menyeletuk, "Bukankah pria ini atlet perenang? Lalu siapa ini perempuan yang ada di sebelahnya?". Joo Eun sebal setengah mati, sebab yang dimaksud itu adalah dirinya waktu muda. Ya, Joo Eun dan Woo Shik diceritakan sudah berpacaran selama 15 tahun.
Lalu dimulailah konsultasi dengan si klien. Intinya si klien ini ingin dimenangkan perkaranya bagaimanapun caranya. Walaupun secara terang-terangan ia adalah orang ketiga dalam rumah tangga orang lain. Joo Eun terlihat setengah hati dalam merespons. Konsultasi pun selesai. Joo Eun sempat mengeluh pada sekretarisnya bagaimana bisa pekerjaan pengacara menjadi seperti ini, membela orang yang salah. Tiba-tiba bosnya menghardik dari belakang agar jangan terlalu idealis seperti itu. Mengingat klien tersebut adalah Kim Min Ji, selingkuhan dari teman dekat Presiden. Bagaimanapun menurut bosnya itu seorang pengacara tidak boleh mempermasalahkan benar/salahnya klien. Tetapi bagaimana melindungi klien tersebut. Joo Eun pun makin pusing dibuatnya. Sekretarisnya menenangkan sembari mengingatkan Joo Eun masih ada waktu 14 bulan untuk membayar hutang-hutang yang harus ia bayar. Sekretarisnya mengingatkan, bukankah kasus yang lama hendaknya menjadi pelajaran berarti?
Flashback, 2012
Joo Eun dan sekretarisnya mendapati meja kerja nya dipindahkan keluar ruangan dengan berkas yang bertumpuk-tumpuk. Sepertinya Joo Eun sedang dihukum karena tidak mengerjakan suatu kasus. Terdengar pesan bos jika Joo Eun masih idealis, hendaknya buka praktek sendiri saja.
Los Angeles, 2014
Kim Young Ho sedang berlatih fisik di ruangannya. Terdengar suara siaran TV menayangkan semacam acara gosip tentang skandal Anna Sue. Identitas John Kim sebagai secret personal trainer yang populer di Amerika terancam akan disebarkan Anna Sue. Selepas latihan dengan berpeluh keringat, Young Ho bergegas mandi. Ia terlihat lelah dan duduk di bath tub dengan terengah-engah (ya ampun So Ji Sub mandi...... ^o^ ). Sementara ponselnya berdering tak henti-henti. Anna Sue menelponnya berkali-kali namun Young Ho sengaja tak mengangkatnya. Ia kesal dengan telepon dari Anna Sue.
Kembali ke Seoul 2014
yang minum wild berry tea. Dan lain sebagainya semuanya gagal dan berakhir sebagai diet yoyo.
Mata Joo Eun terarah ke kalender, hari ini adalah hari jadinya dengan Woo Shik. Ia ambil ponsel dan mengetik pesan pada pacarnya itu.
"Sedang apa?". Tidak dibalas. Ia ketik lagi.
"Belum selesai ya (kerjanya) ?". Tidak dibalas juga.
Joo Eun berada di depan lift, ia berkaca. Tersenyum dan mengecek lesung pipitnya yang kini sudah tidak terlalu kentara karena pipi chubbynya (hahahaha....). Mengenang Woo Shik yang dulu mengagumi lesung pipitnya itu. Lalu Woo Shik menelepon, mengajak Joo Eun bertemu. Tentu ia senang dan tahu dimana harus bertemu karena ini adalah hari jadi yang mereka rayakan setiap tahun.
Di dalam taksi, Joo Eun memegang cincin di jari manisnya. Flashback, saat pertama kali Joo Eun dan Woo Shik memasangkan cincin couple satu sama lain saat di atas atap sekolah, saat itu adalah 23 oktober 1999, hari jadian mereka.
Kembali lagi ke masa sekarang di dalam taksi ternyata Joo Eun sedang berbicara di telepon dengan sahabatnya, Hyun Woo yang sekarang menjadi seorang pengusaha bakery sukses tapi juga telah bercerai. Hyun Woo menyindir Woo Shik yang tak kunjung melamar Joo Eun setelah 15 tahun lamanya. Namun Joo Eun membela kekasihnya itu dan meyakinkan bahwa hari ini adalah waktunya. Ia percaya akan dilamar Woo Shik hari ini juga.
Di restoran, Joo Eun sedang memoles lipstik di toilet wanita. Tiba-tiba lipstiknya terjatuh dan masuk di sela wastafel. Lalu ada seorang wanita cantik masuk dan menawarkan lipstiknya pada Joo Eun. Joo Eun tidak enak hati karena itu terlihat seperti lipstik mahal. Tapi wanita itu mengatakan tidak apa, ia masih punya banyak. Joo Eun pun mau memakainya. Sesekali ia melihat ke arah wanita cantik bertubuh langsing itu.
Joo Eun dan Woo Shik bertemu, merayakan hari jadi mereka dengan makan malam. Semua berlangsung lancar. Sampai saat Woo Shik mengantar Joo Eun pulang. Alih-alih cincin lamaran yang diberikan, Woo Shik mengembalikan cincinnya pada Joo Eun. Joo Eun merasa sakit hati. Ia marah dan bertanya mengapa Woo Shik melakukan semua ini. Jika ingin putus ya putus saja, mengapa harus mengajaknya merayakan hari jadi dan membuatnya bahagia lalu menghempaskannya seperti ini. Woo Shik minta maaf, ia berdalih setidaknya ia harus melakukan apa yang harus ia lakukan (merayakan hari jadi). Namun belum sempat menjelaskan lebih banyak, Joo Eun memintanya berhenti berbicara. Ia sudah tahu arah pembicaraan ini, tapi ia sudah terlalu lelah dan sakit hati sehingga tidak ingin melanjutkan pembicaraan. Ia meninggalkan Woo Shik masuk ke dalam rumahnya. Woo Shik memanggil Joo Eun dan menatap sedih dari kejauhan.
Di rumah, Joo Eun langsung berbaring. Terlihat ia tidur tak nyenyak. TV masih menyala menayangkan acara Stella Show yang sedang mendatangkan seorang wanita bernama Jennifer Anderson yang bangkit dari keterpurukan dan menjelma jadi wanita cantik yang menginspirasi banyak orang. Itu semua berkat tangan John Kim.. Personal trainer misterius yang masih dipertanyakan sosoknya.
Di tempat lain, Young Ho sedang melatih kickboxing anak didiknya, Joon Sung. Tak jauh dari ring, ada Ji Yong sang manajer, mengawasi latihan.
Bersambung Part 2


















No comments:
Post a Comment