Wednesday, 18 November 2015

Sinopsis Oh My Venus Episode 1 part 2

Keesokan paginya, Joo Eun yang masih tidur mendapat telepon dari Hyun Woo. Hyun Woo bertanya apakah Joo Eun sudah di airport. Joo Eun kaget karena baru ingat hari ini ia ada pekerjaan ke Amerika dan harus terbang pagi ini. Ia sadar ia bangun kesiangan. Tergesa-gesa ia langsung bangun dan bergegas menuju airport.

Sementara itu, Young Ho juga masih tidur di dalam kapsul tidurnya (jadi inget kapsul tidur di film Avatar, hehe). Lalu terbangun mendengar suara panggilan Ji Young yang baru datang.

Young Ho, Ji Young, dan Joon Sung sarapan bersama. Young Ho bertanya Joon Sung nanti ikut penerbangan kapan. Joon Sung menjawab malam. Rupanya Joon Sung akan berangkat pergi ke Korea. Ji Young yang sedang memegang ponsel berteriak heboh ketika membaca berita di internet bahwa Anna Sue tidak membantah juga tidak mengiyakan soal skandal percintaannya. Young Ho langsung merebut ponsel Ji Young dan membacanya.

Mereka bertiga membahas bagaimana bila identitas Young Ho terbuka di publik karena skandal ini. Ji Young sempat-sempatnya menggoda bahwa Young Ho dan Anna Sue terlihat sangat cocok. Ia langsung dipelototi oleh Young Ho. Young Ho menenangkan kedua temannya itu, bahwa ia sendiri yang akan mengatasinya. Ia akan mencari tahu siapa yg kira-kira akan menjadi orang yang terakhir mendengar skandal ini. Karena bisa jadi orang itu yang menyebarkan skandal ini.

Kemudian Ji Young mendapat telepon. Tinggalah Young Ho dan Joon Sung berdua. Young Ho bertanya sejauh mana persiapan Joon Sung ke Korea. Joon Sung berkata sebagian besar barangnya sudah dikirim lewat kapal. Sebagian lain ia bawa di koper. Joon Sung merasa tidak enak meninggalkan Young Ho sendirian di LA saat-saat sulit seperti ini. Young Ho menjawab justru Joon Sung lah yang harus mengkhawatirkan dirinya sendiri sebab pertandingannya nanti tidaklah semudah yang Joon Sung bayangkan. Sebab lawan Joon Sung usianya lebih muda dan lebih energik.

Young Ho mendapat telepon dari seseorang yang di layar tertera sebagai Manajer Min. Setelah menutup telepon, Young Ho mendapat seperti firasat buruk. Joon Sung bertanya, "apakah mereka sudah tahu??". Young Ho menjawab ia juga tidak yakin.

Di kamar hotelnya, Joo Eun yang sudah sampai di Amerika sedang menelepon Hyun Woo. Hyun Woo iba karena temannya itu diperintah bos untuk segera kembali hari itu juga ke Korea. Sementara Joo Eun, dia mengeluh perutnya terasa tidak enak. Hyun Woo menenangkan bahwa itu wajar saja berarti pil dietnya sedang bekerja, daripada Joo Eun makan terus akan lebih baik seperti ini. Rupanya Hyun Woo sangat ingin sahabatnya itu mengontrol berat badannya yang terus bertambah. Hyun Woo juga bertanya bagaimana kencannya kemarin dengan Woo Shik, apakah ia memberikan cincin yang besar dan mahal? Joo Eun mengatakan pada sahabatnya itu untuk membahasnya lain kali saja. Setelah telepon ditutup, ada pesan masuk dari Woo Shik padanya.
"Kamu sedang berada di Amerika ya? Hubungi aku kalau kamu sudah tiba di korea". Joo Eun sedikit tersenyum membacanya. Rupanya ia mulai melunakkan hatinya.

Setelah bertelepon dengan Joo Eun, Hyun Woo yang sedang bekerja didatangi mantan suaminya. Ia bertanya apakah Min Joon (anak mereka) pergi ke acara sekolah. Ia meminta jika iya maka tidak bisakah Hyun Woo mengirimkan beberapa foto kegiatan anaknya itu. Hyun Woo menjawab santai, acaranya masih minggu depan. Sang mantan suami mendapati TV di kafe Hyun Woo sedang menayangkan acara dimana dirinya (presenter) sedang membawakan berita gosip. Ia menyindir ternyata mantan istrinya itu masih saja penasaran dengan dirinya. Dan juga menyindir apa iya Hyun Woo tahu tentang John Kim yang sedang diberitakan di acara itu. Hyun Woo menjawab siapa yang tak kenal John Kim, bahkan seluruh pengunjung kafenya membicarakannya setiap hari. Mantan suaminya hendak pulang. Sebelum itu Hyun Woo mengingatkan agar uang untuk anaknya ditransfer saja.

Joon Sung menatap beberapa lembar kliping berita di dinding kamarnya dengan senyuman. Dari judul beritanya kita tahu bahwa Joon Sung adalah petinju populer dengan julukan Korean Snake dan dia adalah seorang yatim piatu. Tak lama Ji Young mengajaknya berangkat. Ini saatnya ia terbang ke Korea.

Joo Eun terlihat sibuk mencari tempat duduknya di pesawat. Ternyata ia bersebelahan duduk dengan Ji Young. Ji Young dengan ceria menyapanya dengan bahasa Korea. Sebab tahu ia sama-sama dari Korea. Rupanya, Ji Young bertukar tempat duduk dengan ibu hamil. Ji Young seharusnya berada di kursi penumpang VIP. Maka dari itu ia bisa duduk bersebelahan dengan Joo Eun di kursi penumpang biasa. Dan ibu hamil itu kini duduk bersebelahan dengan Joon Sung.

Selama penerbangan, Ji Young menggodai Joo Eun. Berbicara banyak mengenai Joon Sung sang Korean Snake. Namun Joon Eun sama sekali tidak tahu menahu. Ji young meyakinkan bahwa dirinya ini sebenarnya orang populer, dia adalah manajer Korean Snake. Joo Eun  kembali mengecek ponselnya, ternyata Woo Shik mengirim banyak pesan padanya. Intinya supaya Joo Eun segera menghubunginya bila ia sudah tiba di Korea. Joo Eun tersenyum.  Saat itu, Joo Eun terlihat kedinginan, ia meminta selimut pada pramugari. Namun Ji Young dengan sigap meminjamkan jaketnya yang tebal pada Joo Eun.

Pesawat mengalami turbulensi dan berguncang cukup keras. Tak lama terdengar suara pramugari yang membutuhkan bantuan seorang dokter atau tenaga medis karena ada penumpang yang mengalami situasi darurat. Sadar dirinya dibutuhkan, Young Ho dengan sedikit mengeluh, ia bangkit dari bangku penumpang dan membuka selimut yang menutupi wajahnya sedari tadi. Joon Sung terkejut mendapati pelatihnya itu mengapa tiba-tiba ada di pesawat. Young Ho tidak menghiraukannya ia langsung menuju ke penumpang yang mengalami situasi darurat untuk menolongnya.

Dan penumpang itu adalah.. Joo Eun. Ia mengerang kesakitan di bagian perutnya. Young Ho mengecek suhu tubuhnya yang ternyata terlalu rendah. Young Ho bertanya ke Ji Young apa yang wanita ini makan sebelumnya. Ji Young masih bingung kenapa Young Ho bisa ada di pesawat. Young ho menggertak, "ayo jawab saja apa yang dimakannya?". Ji young mengingat-ingat ia hanya menenggak pil, minum kopi, lalu wine, lalu apalagi ia tidak yakin. Young Ho meminta tas Joo Eun dan membongkarnya, benar saya berbotol-botol pil diet keluar dari dalam tas itu. Young Ho minta wanita ini dipindahkan untuk bisa diperiksa lebih lanjut. Karena gemuk, Young Ho dan Joon Sung menggotongnya dengan selimut, membawanya ke ruangan VIP.

Di ruang VIP, Young Ho membuka paksa baju Joo Eun. Dengan ditutupi tirai oleh beberapa pramugari, Young Ho heran apa yang dipakai di bawah lapisan baju Joo Eun ini. Dia menggunting kain ketat tersebut. (Sssttt... itu korsettt...wkwkwwkk). Ketika guntingan akhir, langsung saja perut Joo Eun membesar dan gelambir lemak perut Joo Eun tumpah kemana-mana (scene ini lucuuu banget). Young Ho lalu mengetuk perut Joo Eun yang terdengar keroncongan seperti perut orang kelaparan. Ia memutuskan untuk memasang infus. Dia meraba-raba pembuluh darah Joo Eun yang sulit ditemukan, mungkin karena tebalnya lemak. Akhirnya infus berhasil dipasang.

Joo Eun akhirnya tertidur pulas di kursi Young Ho dengan infus terpasang di tangannya. Tak lama ia terbangun, ia terkejut ada Young Ho di sampingnya. Ia bertanya, "siapa anda?", "siapa yang memasang infus ini? dan untuk apa?". Joo Eun meminta agar infus ini dilepaskan saja. Setelah Young Ho melepasnya, Joo Eun hendak bangkit dari tidurnya. Sontak saja Youn Ho melarang sebab Joo Eun sedang tidak berpakaian karena pakaian Joo Eun sudah ia lepaskan semua. Joo Eun kaget bukan kepalang. Yong Ho bertanya, apakah Joo Eun ini sengaja mau bunuh diri dengan mengkonsumsi banyak kafein dan pil diet yang tidak jelas kandungan dan keamanannya. Ditambah lagi dengan sabuk perut yang menyiksa. Joo Eun terkejut ternyata Young Ho bukan hanya mneggeledah pakaiannya tapi juga isi tasnya. Ia merasa laki-laki ini tidak sopan. Namun Young Ho membela diri, toh ia juga sebenarnya terpaksa melakukan ini demi keselamatan Joo Eun. Ia juga menasehati Joo Eun jika ingin ramping jangan menggunakan cara berbahaya seperti ini, membiarkan perut kosong dan menenggak pil diet. Harusnya Joo Eun berolahraga dan hidup sehat. Joo Eun risih sekali diceramahi seperti itu, ingin rasanya ia cepat keluar pesawat ini.

Tapi Joo Eun berterimakasih bagaimanapun Young Ho sudah menyelamatkan dirinya, dan sedikit tersinggung Joo Eun meralat bahwa yang dipakainya itu bukan sabuk perut melainkan korset.

Joo Eun bergumam andai saja ada cara membalas budi dengan tidak bertatap muka, sebab ia sudah risih sekali berhadapan dengan Young Ho. Tiba-tiba Young Ho mendapat ide dan memberitahu Joo Eun, "aku tahu caranya" sambil mengedipkan matanya.
Di terminal kedatangan terlihat beberapa orang bodyguard memeriksa sekeliling, ditemani Manajer Min. Saat itu Joon Sung dan Ji young keluar mengendap-endap perlahan supaya tidak ketahuan. Sementara Young Ho, hahaha... ternyata ia berada dalam ambulans bersama Joo Eun yang terbaring. Rupanya inilah ide Young Ho. Kemudian You  Ho mengirim pesan pada Ji Young dan Joon Sung untuk bertemu di UGD RS Hanmaum.

Di ruang UGD, Joo Eun sedang duduk di atas kasur pasien sambil merenungkan isi pesan Woo Shik padanya. Woo Shik sepertinya sangat ingin bertemu Joo Eun. Joo Eun mulai goyah dan ingin segera menemui Woo Shik. Ia pun mengendap kabur dari RS. Diluar ternyata turun hujan. Setelah bertemu dengan Ji Young dan Joon Sung, Young Ho berpisah di depan UGD. Saat itulah ia melihat Joo Eun sedang berlari keci, menerjang hujan. Ia heran mengapa Joo Eun buru-buru kabur dari RS. Penasaran membuatnya membuntuti Joo Eun yang sedang kehujanan menunggu taksi. Young Ho menawarkan tumpangan. Joo Eun terlihat enggan, namun karena merasa kehujanan dan basah, Joo Eun akhirnya masuk ke mobil Young Ho.

Di dalam mobil mereka berbicara sedikit. Young Ho menyarankan agar Joo Eun tidak sembrono lagi dan segera pergi ke dokter untuk memeriksakan diri. Joo Eun pun mengucapkan terimakasih atas hari ini meskipun hari ini adalah yang terburuk baginya. Sampai depan rumah Woo Shik, Joo Eun mengucapkan selamat tinggal pada Young Ho. Ia lalu berlari menerjang hujan. Ingin cepat bertemu Woo Shik

Namun apa yang terjadi ternyata Woo Shik sedang berpelukan mesra dengan seorang wanita di atas tangga. Joo Eun seolah tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Ia membalikkan badan, kemudian melihatnya lagi. Hancur hatinya.

Joo Eun meninggalkan rumah Woo Shik dengan melangkah lunglai. Merenungi nasibnya yang dulu adalah sosok idola yang nisa melakukan banyak hal. Namun kini ia hanyalah pengecut yang selalu kalah dalam apapun.

Ketika sedang merenung dan berkaca, tiba-tiba Joo Eun terkejut ia sedang diawasi sosok misterius dengan jubah hujan dan tudung yang menutupi wajahnya. Joo Eun ketakutan dan berlari kecil. Sosok itu mengejarnya dan memanggilnya. Joo Eun semakin takut dan mempercepat larinya. Seketika ada tangan yang memegang pundaknya. Joo Eun terduduk ketakutan menutup mata dan memohon agar jangan melukainya.

"Setiap bertemu aku kamu selalu saja meminta pertolongan, walau begitu kamu juga akan susah untuk berterima kasih padaku kan?". Ternyata itu suara Young Ho! Joo Eun menatapnya tidak percaya...


Bersambung ke episode 2..

Tuesday, 17 November 2015

Sinopsis Oh My Venus Episode 1 part 1

Daegu, tahun 1999

Sebuah bis sekolah sedang melaju. Di dalamnya, dengan dialek jeju yang kental, siswa-siswa SMA ramai sekali membicarakan kecantikan seorang peserta kontes kecantikan di sebuah majalah remaja CECE. Yaitu, Kang Joo Eun. Tertera biodatanya dengan tinggi 170cm, berat 48 kg, cita-citanya ingin dapat berbicara dengan dialek Seoul. Di saat bersamaan, ada seorang siswa laki-laki "menembak" Kang Joo Eun melalui radio sekolah. "Penembakan" itu terdengar semua penumpang bus sekolah tersebut. Tidak lama kemudian, siswa laki-laki antusias sebab akan tiba giliran Joo Eun menaiki bis. Setibanya, Joo Eun yang terlihat cantik, langsing dan tinggi pun, langsung naik bis disambut kekaguman dan kehebohan siswa laki-laki yang berada di dalam bis itu.



Di sekolah, para siswa perempuan sedang melakukan timbang badan. Mereka, terutama Lee Hyun Woo (yang di kemudian menjadi sahabatnya) iri sekali dengan berat badan Joo Eun yang sangat proporsional bak seorang model. Kemudian datang seorang guru yang menegur Joo eun sebab tembok sekolah dipenuhi coretan-coretan namanya.



Joo eun lalu menghapus coretan-coretan namanya itu dengan kesal dan menggerutu. Tentu saja karena pelakunya bukan dia melainkan para fans beratnya di sekolah. Sementara di belakangnya ada tiga siswa laki-laki yang berlutut menodongkan es krim ke arah Joo Eun (buset fansnya sampe segitunya haha).  Setelah coretan itu terhapus, Joo Eun mencium bau asap rokok. Dia datangi darimana arah asap itu berasal. Dengan gaya sok cantiknya, Joo Eun memarahi para siswa laki-laki yang merokok itu. Dua diantaranya terlihat tidak takut dengan Joo Eun. Kemudian satu siswa laki-laki lagi yang memakai jaket atlet perenang Korea, terlihat tampan, mendatangi Joo Eun. Dia adalah Im Woo Shik. Ia lalu membaca nama Joo Eun di badge seragamnya, lalu mengajak teman-temannya yang merokok tadi untuk pergi saja dan tidak memperpanjang masalah.



Belum lama Woo Shik dan teman-temannya berlalu, datang seorang ahjumma genit menodongkan kartunamanya pada Joo Eun. Rupanya ia pemilik salon kecantikan yang gemar mencari talent muda untuk dididik menjadi Miss Korea. Ditemani Hyun Woo, Joo Eun sudah berada di dalam salon tersebut dengan ekspresi yang datar dan tidak tertarik. Padahal ahjumma tersebut sangat kagum dengan proporsi tubuh Joo Eun. Benar saja, Joo Eum langsung menolak dan pergi begitu saja. Karena, pekerjaan impian yang selama ini Joo Eum inginkan adalah menjadi seorang pengacara.



Saat malam hari, Joo Eun sedang tekun belajar di perpustakaan, beberapa senior laki-laki memberikan perhatian padanya. Ada yang meminjamkan jaket supaya ia tidak kedinginan, ada juga yang memberi bantuan ringkasan  pelajaran. Mendengar ribut-ribut di perpustakaan, Woo Shik datang menegur mereka. Tapi ia memberi isyarat pada Joo Eum untuk naik ke atas atap.



Di atap gedung sekolah, Woo Shik tak disangka memberi pengakuan bahwa ia selama ini suka pada Joo Eun. Bahkan ia mengaku datang dari Seoul ke Daegu jauh-jauh hanya untuk Joo Eun dan juga memakai dialek Seoul yang selama ini diidamkan Joo Eun, agar Joo Eun bisa belajar padanya. Medali emas yang ia dapat di suatu perlombaan renang pun ia kalungkan ke leher Joo Eun. Joo Eun terpana mendengar pengakuan bahwa ia adalah cinta pertama Woo Shik. Joo Eun pun menerima cinta Woo Shik. Saat itulah mereka resmi berpacaran...



Seoul, 2014

Terlihat langkah kaki jenjang melangkah keluar dari lift sebuah gedung perkantoran. Wanita yang terlihat semampai itu bergegas menuju kantor pengacara. Kita semua mengira dialah Joo Eun versi dewasa. Tapi ketika berbalik ternyata bukan, dia adalah klien di kantor pengacara tersebut. Sedangkan Joo Eun datang dari arah belakang menyambut ramah. Diperlihatkan Joo Eun sekarang menjadi seorang pengacara yang bertubuh besar dengan pipi super chubby dan memakai kacamata bulat. Sangat jauh berbeda dari Joo Eun remaja yang cantik semampai.



Klien tersebut melihat-lihat foto di meja kerja Joo Eun. Sementara Joo Eun dari belakang memandang kagum sekaligus iri dengan bentuk tubuh langsing si klien wanita itu. Tiba-tiba klien itu menunjuk foto dan menyeletuk, "Bukankah pria ini atlet perenang? Lalu siapa ini perempuan yang ada di sebelahnya?". Joo Eun sebal setengah mati, sebab yang dimaksud itu adalah dirinya waktu muda. Ya, Joo Eun dan Woo Shik diceritakan sudah berpacaran selama 15 tahun.



Lalu dimulailah konsultasi dengan si klien. Intinya si klien ini ingin dimenangkan perkaranya bagaimanapun caranya. Walaupun secara terang-terangan ia adalah orang ketiga dalam rumah tangga orang lain. Joo Eun terlihat setengah hati dalam merespons. Konsultasi pun selesai. Joo Eun sempat mengeluh pada sekretarisnya bagaimana bisa pekerjaan pengacara menjadi seperti ini, membela orang yang salah. Tiba-tiba bosnya menghardik dari belakang agar jangan terlalu idealis seperti itu. Mengingat klien tersebut adalah Kim Min Ji, selingkuhan dari teman dekat Presiden. Bagaimanapun menurut bosnya itu seorang pengacara tidak boleh mempermasalahkan benar/salahnya klien. Tetapi bagaimana melindungi klien tersebut. Joo Eun pun makin pusing dibuatnya. Sekretarisnya menenangkan sembari mengingatkan Joo Eun masih ada waktu 14 bulan untuk membayar hutang-hutang yang harus ia bayar. Sekretarisnya mengingatkan, bukankah kasus yang lama hendaknya menjadi pelajaran berarti?

Flashback, 2012

Joo Eun dan sekretarisnya mendapati meja kerja nya dipindahkan keluar ruangan dengan berkas yang bertumpuk-tumpuk. Sepertinya Joo Eun sedang dihukum karena tidak mengerjakan suatu kasus. Terdengar pesan bos jika Joo Eun masih idealis, hendaknya buka praktek sendiri saja.



Los Angeles, 2014

Kim Young Ho sedang berlatih fisik di ruangannya. Terdengar suara siaran TV menayangkan semacam acara gosip tentang skandal Anna Sue. Identitas John Kim sebagai secret personal trainer yang populer di Amerika terancam akan disebarkan Anna Sue. Selepas latihan dengan berpeluh keringat, Young Ho bergegas mandi. Ia terlihat lelah dan duduk di bath tub dengan terengah-engah (ya ampun So Ji Sub mandi...... ^o^ ). Sementara ponselnya berdering tak henti-henti. Anna Sue menelponnya berkali-kali namun Young Ho sengaja  tak mengangkatnya. Ia kesal dengan telepon dari Anna Sue.



Kembali ke Seoul 2014

Joo Eun sedang bekerja di ruangannya. Akhirnya ia mau mengerjakan kasus Kim Min Ji. Di sela-sela ia bekerja, dalam monolog diceritakan beberapa diet yanv telah Joo Eun jalani. Mulai dari saran blogger di internet untuk makan banyak pisang, kubis, tofu tawar. Tapi hasilnya gagal, ia tersiksa. Lalu cara diet para artis di Korea
yang minum wild berry tea. Dan lain sebagainya semuanya gagal dan berakhir sebagai diet yoyo.

Mata Joo Eun terarah ke kalender, hari ini adalah hari jadinya dengan Woo Shik. Ia ambil ponsel dan mengetik pesan pada pacarnya itu.
"Sedang apa?". Tidak dibalas. Ia ketik lagi.
"Belum selesai ya (kerjanya) ?". Tidak dibalas juga.



Joo Eun berada di depan lift, ia berkaca. Tersenyum dan mengecek lesung pipitnya yang kini sudah tidak terlalu kentara karena pipi chubbynya (hahahaha....). Mengenang Woo Shik yang dulu mengagumi lesung pipitnya itu. Lalu Woo Shik menelepon, mengajak Joo Eun bertemu. Tentu ia senang dan tahu dimana harus bertemu karena ini adalah hari jadi yang mereka rayakan setiap tahun.



Di dalam taksi, Joo Eun memegang cincin di jari manisnya. Flashback, saat pertama kali Joo Eun dan Woo Shik memasangkan cincin couple satu sama lain saat di atas atap sekolah, saat itu adalah 23 oktober 1999, hari jadian mereka.



Kembali lagi ke masa sekarang di dalam taksi ternyata Joo Eun sedang berbicara di telepon dengan sahabatnya, Hyun Woo yang sekarang menjadi seorang pengusaha bakery sukses tapi juga telah bercerai. Hyun Woo menyindir Woo Shik yang tak kunjung melamar Joo Eun setelah 15 tahun lamanya. Namun Joo Eun membela kekasihnya itu dan meyakinkan bahwa hari ini adalah waktunya. Ia percaya akan dilamar Woo Shik hari ini juga.



Di restoran, Joo Eun sedang memoles lipstik di toilet wanita. Tiba-tiba lipstiknya terjatuh dan masuk di sela wastafel. Lalu ada seorang wanita cantik masuk dan menawarkan lipstiknya pada Joo Eun. Joo Eun tidak enak hati karena itu terlihat seperti lipstik mahal. Tapi wanita itu mengatakan tidak apa, ia masih punya banyak. Joo Eun pun mau memakainya. Sesekali ia melihat ke arah wanita cantik bertubuh langsing itu.



Joo Eun dan Woo Shik bertemu, merayakan hari jadi mereka dengan makan malam. Semua berlangsung lancar. Sampai saat Woo Shik mengantar Joo Eun pulang. Alih-alih cincin lamaran yang diberikan, Woo Shik mengembalikan cincinnya pada Joo Eun. Joo Eun merasa sakit hati. Ia marah dan bertanya mengapa Woo Shik melakukan semua ini. Jika ingin putus ya putus saja, mengapa harus mengajaknya merayakan hari jadi dan membuatnya bahagia lalu menghempaskannya seperti ini. Woo Shik minta maaf, ia berdalih setidaknya ia harus melakukan apa yang harus ia lakukan (merayakan hari jadi). Namun belum sempat menjelaskan lebih banyak, Joo Eun memintanya berhenti berbicara. Ia sudah tahu arah pembicaraan ini, tapi ia sudah terlalu lelah dan sakit hati sehingga tidak ingin melanjutkan pembicaraan. Ia meninggalkan Woo Shik masuk ke dalam rumahnya. Woo Shik memanggil Joo Eun dan menatap sedih dari kejauhan.



Di rumah, Joo Eun langsung berbaring. Terlihat ia tidur tak nyenyak. TV masih menyala menayangkan acara Stella Show yang sedang mendatangkan seorang wanita bernama Jennifer Anderson yang bangkit dari keterpurukan dan menjelma jadi wanita cantik yang menginspirasi banyak orang. Itu semua berkat tangan John Kim.. Personal trainer misterius yang masih dipertanyakan sosoknya.


Di tempat lain, Young Ho sedang melatih kickboxing anak didiknya, Joon Sung. Tak jauh dari ring, ada Ji Yong sang manajer, mengawasi latihan.



Bersambung Part 2