Sementara itu, Young Ho juga masih tidur di dalam kapsul tidurnya (jadi inget kapsul tidur di film Avatar, hehe). Lalu terbangun mendengar suara panggilan Ji Young yang baru datang.
Young Ho, Ji Young, dan Joon Sung sarapan bersama. Young Ho bertanya Joon Sung nanti ikut penerbangan kapan. Joon Sung menjawab malam. Rupanya Joon Sung akan berangkat pergi ke Korea. Ji Young yang sedang memegang ponsel berteriak heboh ketika membaca berita di internet bahwa Anna Sue tidak membantah juga tidak mengiyakan soal skandal percintaannya. Young Ho langsung merebut ponsel Ji Young dan membacanya.
Mereka bertiga membahas bagaimana bila identitas Young Ho terbuka di publik karena skandal ini. Ji Young sempat-sempatnya menggoda bahwa Young Ho dan Anna Sue terlihat sangat cocok. Ia langsung dipelototi oleh Young Ho. Young Ho menenangkan kedua temannya itu, bahwa ia sendiri yang akan mengatasinya. Ia akan mencari tahu siapa yg kira-kira akan menjadi orang yang terakhir mendengar skandal ini. Karena bisa jadi orang itu yang menyebarkan skandal ini.
Kemudian Ji Young mendapat telepon. Tinggalah Young Ho dan Joon Sung berdua. Young Ho bertanya sejauh mana persiapan Joon Sung ke Korea. Joon Sung berkata sebagian besar barangnya sudah dikirim lewat kapal. Sebagian lain ia bawa di koper. Joon Sung merasa tidak enak meninggalkan Young Ho sendirian di LA saat-saat sulit seperti ini. Young Ho menjawab justru Joon Sung lah yang harus mengkhawatirkan dirinya sendiri sebab pertandingannya nanti tidaklah semudah yang Joon Sung bayangkan. Sebab lawan Joon Sung usianya lebih muda dan lebih energik.
Young Ho mendapat telepon dari seseorang yang di layar tertera sebagai Manajer Min. Setelah menutup telepon, Young Ho mendapat seperti firasat buruk. Joon Sung bertanya, "apakah mereka sudah tahu??". Young Ho menjawab ia juga tidak yakin.
"Kamu sedang berada di Amerika ya? Hubungi aku kalau kamu sudah tiba di korea". Joo Eun sedikit tersenyum membacanya. Rupanya ia mulai melunakkan hatinya.
Setelah bertelepon dengan Joo Eun, Hyun Woo yang sedang bekerja didatangi mantan suaminya. Ia bertanya apakah Min Joon (anak mereka) pergi ke acara sekolah. Ia meminta jika iya maka tidak bisakah Hyun Woo mengirimkan beberapa foto kegiatan anaknya itu. Hyun Woo menjawab santai, acaranya masih minggu depan. Sang mantan suami mendapati TV di kafe Hyun Woo sedang menayangkan acara dimana dirinya (presenter) sedang membawakan berita gosip. Ia menyindir ternyata mantan istrinya itu masih saja penasaran dengan dirinya. Dan juga menyindir apa iya Hyun Woo tahu tentang John Kim yang sedang diberitakan di acara itu. Hyun Woo menjawab siapa yang tak kenal John Kim, bahkan seluruh pengunjung kafenya membicarakannya setiap hari. Mantan suaminya hendak pulang. Sebelum itu Hyun Woo mengingatkan agar uang untuk anaknya ditransfer saja.
Joon Sung menatap beberapa lembar kliping berita di dinding kamarnya dengan senyuman. Dari judul beritanya kita tahu bahwa Joon Sung adalah petinju populer dengan julukan Korean Snake dan dia adalah seorang yatim piatu. Tak lama Ji Young mengajaknya berangkat. Ini saatnya ia terbang ke Korea.
Joo Eun terlihat sibuk mencari tempat duduknya di pesawat. Ternyata ia bersebelahan duduk dengan Ji Young. Ji Young dengan ceria menyapanya dengan bahasa Korea. Sebab tahu ia sama-sama dari Korea. Rupanya, Ji Young bertukar tempat duduk dengan ibu hamil. Ji Young seharusnya berada di kursi penumpang VIP. Maka dari itu ia bisa duduk bersebelahan dengan Joo Eun di kursi penumpang biasa. Dan ibu hamil itu kini duduk bersebelahan dengan Joon Sung.
Selama penerbangan, Ji Young menggodai Joo Eun. Berbicara banyak mengenai Joon Sung sang Korean Snake. Namun Joon Eun sama sekali tidak tahu menahu. Ji young meyakinkan bahwa dirinya ini sebenarnya orang populer, dia adalah manajer Korean Snake. Joo Eun kembali mengecek ponselnya, ternyata Woo Shik mengirim banyak pesan padanya. Intinya supaya Joo Eun segera menghubunginya bila ia sudah tiba di Korea. Joo Eun tersenyum. Saat itu, Joo Eun terlihat kedinginan, ia meminta selimut pada pramugari. Namun Ji Young dengan sigap meminjamkan jaketnya yang tebal pada Joo Eun.
Pesawat mengalami turbulensi dan berguncang cukup keras. Tak lama terdengar suara pramugari yang membutuhkan bantuan seorang dokter atau tenaga medis karena ada penumpang yang mengalami situasi darurat. Sadar dirinya dibutuhkan, Young Ho dengan sedikit mengeluh, ia bangkit dari bangku penumpang dan membuka selimut yang menutupi wajahnya sedari tadi. Joon Sung terkejut mendapati pelatihnya itu mengapa tiba-tiba ada di pesawat. Young Ho tidak menghiraukannya ia langsung menuju ke penumpang yang mengalami situasi darurat untuk menolongnya.
Dan penumpang itu adalah.. Joo Eun. Ia mengerang kesakitan di bagian perutnya. Young Ho mengecek suhu tubuhnya yang ternyata terlalu rendah. Young Ho bertanya ke Ji Young apa yang wanita ini makan sebelumnya. Ji Young masih bingung kenapa Young Ho bisa ada di pesawat. Young ho menggertak, "ayo jawab saja apa yang dimakannya?". Ji young mengingat-ingat ia hanya menenggak pil, minum kopi, lalu wine, lalu apalagi ia tidak yakin. Young Ho meminta tas Joo Eun dan membongkarnya, benar saya berbotol-botol pil diet keluar dari dalam tas itu. Young Ho minta wanita ini dipindahkan untuk bisa diperiksa lebih lanjut. Karena gemuk, Young Ho dan Joon Sung menggotongnya dengan selimut, membawanya ke ruangan VIP.
Di ruang VIP, Young Ho membuka paksa baju Joo Eun. Dengan ditutupi tirai oleh beberapa pramugari, Young Ho heran apa yang dipakai di bawah lapisan baju Joo Eun ini. Dia menggunting kain ketat tersebut. (Sssttt... itu korsettt...wkwkwwkk). Ketika guntingan akhir, langsung saja perut Joo Eun membesar dan gelambir lemak perut Joo Eun tumpah kemana-mana (scene ini lucuuu banget). Young Ho lalu mengetuk perut Joo Eun yang terdengar keroncongan seperti perut orang kelaparan. Ia memutuskan untuk memasang infus. Dia meraba-raba pembuluh darah Joo Eun yang sulit ditemukan, mungkin karena tebalnya lemak. Akhirnya infus berhasil dipasang.
Joo Eun akhirnya tertidur pulas di kursi Young Ho dengan infus terpasang di tangannya. Tak lama ia terbangun, ia terkejut ada Young Ho di sampingnya. Ia bertanya, "siapa anda?", "siapa yang memasang infus ini? dan untuk apa?". Joo Eun meminta agar infus ini dilepaskan saja. Setelah Young Ho melepasnya, Joo Eun hendak bangkit dari tidurnya. Sontak saja Youn Ho melarang sebab Joo Eun sedang tidak berpakaian karena pakaian Joo Eun sudah ia lepaskan semua. Joo Eun kaget bukan kepalang. Yong Ho bertanya, apakah Joo Eun ini sengaja mau bunuh diri dengan mengkonsumsi banyak kafein dan pil diet yang tidak jelas kandungan dan keamanannya. Ditambah lagi dengan sabuk perut yang menyiksa. Joo Eun terkejut ternyata Young Ho bukan hanya mneggeledah pakaiannya tapi juga isi tasnya. Ia merasa laki-laki ini tidak sopan. Namun Young Ho membela diri, toh ia juga sebenarnya terpaksa melakukan ini demi keselamatan Joo Eun. Ia juga menasehati Joo Eun jika ingin ramping jangan menggunakan cara berbahaya seperti ini, membiarkan perut kosong dan menenggak pil diet. Harusnya Joo Eun berolahraga dan hidup sehat. Joo Eun risih sekali diceramahi seperti itu, ingin rasanya ia cepat keluar pesawat ini.
Tapi Joo Eun berterimakasih bagaimanapun Young Ho sudah menyelamatkan dirinya, dan sedikit tersinggung Joo Eun meralat bahwa yang dipakainya itu bukan sabuk perut melainkan korset.
Joo Eun bergumam andai saja ada cara membalas budi dengan tidak bertatap muka, sebab ia sudah risih sekali berhadapan dengan Young Ho. Tiba-tiba Young Ho mendapat ide dan memberitahu Joo Eun, "aku tahu caranya" sambil mengedipkan matanya.
Di terminal kedatangan terlihat beberapa orang bodyguard memeriksa sekeliling, ditemani Manajer Min. Saat itu Joon Sung dan Ji young keluar mengendap-endap perlahan supaya tidak ketahuan. Sementara Young Ho, hahaha... ternyata ia berada dalam ambulans bersama Joo Eun yang terbaring. Rupanya inilah ide Young Ho. Kemudian You Ho mengirim pesan pada Ji Young dan Joon Sung untuk bertemu di UGD RS Hanmaum.
Di ruang UGD, Joo Eun sedang duduk di atas kasur pasien sambil merenungkan isi pesan Woo Shik padanya. Woo Shik sepertinya sangat ingin bertemu Joo Eun. Joo Eun mulai goyah dan ingin segera menemui Woo Shik. Ia pun mengendap kabur dari RS. Diluar ternyata turun hujan. Setelah bertemu dengan Ji Young dan Joon Sung, Young Ho berpisah di depan UGD. Saat itulah ia melihat Joo Eun sedang berlari keci, menerjang hujan. Ia heran mengapa Joo Eun buru-buru kabur dari RS. Penasaran membuatnya membuntuti Joo Eun yang sedang kehujanan menunggu taksi. Young Ho menawarkan tumpangan. Joo Eun terlihat enggan, namun karena merasa kehujanan dan basah, Joo Eun akhirnya masuk ke mobil Young Ho.
Di dalam mobil mereka berbicara sedikit. Young Ho menyarankan agar Joo Eun tidak sembrono lagi dan segera pergi ke dokter untuk memeriksakan diri. Joo Eun pun mengucapkan terimakasih atas hari ini meskipun hari ini adalah yang terburuk baginya. Sampai depan rumah Woo Shik, Joo Eun mengucapkan selamat tinggal pada Young Ho. Ia lalu berlari menerjang hujan. Ingin cepat bertemu Woo Shik
Namun apa yang terjadi ternyata Woo Shik sedang berpelukan mesra dengan seorang wanita di atas tangga. Joo Eun seolah tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Ia membalikkan badan, kemudian melihatnya lagi. Hancur hatinya.
Joo Eun meninggalkan rumah Woo Shik dengan melangkah lunglai. Merenungi nasibnya yang dulu adalah sosok idola yang nisa melakukan banyak hal. Namun kini ia hanyalah pengecut yang selalu kalah dalam apapun.
Ketika sedang merenung dan berkaca, tiba-tiba Joo Eun terkejut ia sedang diawasi sosok misterius dengan jubah hujan dan tudung yang menutupi wajahnya. Joo Eun ketakutan dan berlari kecil. Sosok itu mengejarnya dan memanggilnya. Joo Eun semakin takut dan mempercepat larinya. Seketika ada tangan yang memegang pundaknya. Joo Eun terduduk ketakutan menutup mata dan memohon agar jangan melukainya.
"Setiap bertemu aku kamu selalu saja meminta pertolongan, walau begitu kamu juga akan susah untuk berterima kasih padaku kan?". Ternyata itu suara Young Ho! Joo Eun menatapnya tidak percaya...
Bersambung ke episode 2..






































